Senin, 31 Desember 2018

Tugas 3 Manajemen Proyek & Resiko

Senin, Desember 31, 2018 0 Comments


PT. Jualmurah

Perusahaan kami didirikan pada tahun 2016 oleh beberapa mahasiswa Gunadarma yang melihat perbedaan dalam peluang bisnis di seluruh Indonesia. Pedagang di kota-kota kecil harus berpindah ke daerah perkotaan untuk memperluas jangkauan pasar, sementara konsumen di seluruh Indonesia memiliki akses terbatas untuk mendapat barang atau harus membayar lebih untuk barang yang sama hanya karena tempat tinggal mereka. Kesenjangan ini menyebabkan urbanisasi yang tidak perlu. Para pendiri kami memutuskan untuk membangun platform di mana setiap orang dapat memulai dan menemukan apa pun, dan menpartisipasikan perdagangan melalui teknologi. Sejak didirikan pada tahun 2016Jualmurah telah menjadi kekuatan yang memelopori transformasi digital di negara ini.

Jual memiliki slogan jual-beli online murah dan terpercaya karena Jualmurah memberikan jaminan 100% uang kembali kepada pembeli jika barang tidak dikirimkan oleh penjual. 

Perdagangan elektronik yang biasa disebut e-commerce, adalah penggunaan jaringan komunikasi dan komputer untuk melaksanakan proses bisnis. Beberapa orang mendefinisikan perdagangan elektronik (e-commerce) dengan sempit, yaitu transaksi-transaksi yang hanya melintasi batas perusahaan saja yang dapat diklasifikasikan sebagai e-commerce. Jika suatu transaksi tetap berada di dalam batas perusahaan, orang-orang ini akan menyebutnya sebagai transaksi bisnis elektronik. Kebanyakan orang menganggap bisnis elektronik dan perdagangan elektronik sebagai satu hal yang sama.
Diartikan secara luas, yaitu bahwa e-commerce dapat memfasilitasi operasi internal maupun eksternal perusahaan. Dengan pandangan ini, istilah bisnis elektronik dan pedagangan elektronik adalah sama. Dalam definisi luas, akan menggunakan akses  jaringan, sistem berbasis komputer, dan antar muka sebuah browser akan memenuhi persyaratan sebagai perdagangan elektronik.
E-commerce merujuk pada semua bentuk transaksi komersial yang menyangkut organisasi dan individu yang didasarkan pada pemrosesan dan transmisi data yang didigitalisasikan, termasuk teks, suara dan gambar.Perdagangan melalui jaringan elektronik sebagai penggunaan komputer untuk memudahkan semua operasi perusahaan.




                  RISIKO
          
Risiko Keamanan Informasi (Information Security Risk) didefinisikan sebagai potensi output yang tidak diharapkan dari pelanggaran keamanan informasi oleh Ancaman keamanan informasi. Semua risiko mewakili tindakan yang tidak terotorisasi. Risiko-risiko seperti ini dibagi menjadi empat jenis yaitu:

1.         Pengungkapan Informsi yang tidak terotoritasis dan pencurian. Ketika suatu basis data dan perpustakaan peranti lunak tersedia bagi orang-orang yang seharusnya tidak memiliki akses, hasilnya adalah hilangnya informasi atau uang.
2.         Penggunaan yang tidak terotorisasi. Penggunaan yang tidak terotorisasi terjadi ketika orang-orang yang biasanya tidak berhak menggunakan sumber daya perusahaan mampu melakukan hal tersebut.
3.         Penghancuran yang tidak terotorisasi dan penolakan layanan. Seseorang dapat merusak atau menghancurkan piranti keras atau peranti lunak, sehingga menyebabkan operasional komputer perusahaan tersebut tidak berfungsi.
4.         Modifikasi yang terotorisasi. Perubahan dapat dilakukan pada data, informasi, dan peranti lunak perusahaan yang dapat berlangsung tanpa disadari dan menyebabkan para pengguna output sistem tersebut mengambil keputusan yang salah.


        PERSOALAN E-COMMERCE
        E-Commerce memperkenalkan suatu permasalahan keamanan baru. Masalah ini bukanlah perlindungan data, informasi, dan piranti lunak, tetapi perlindungan dari pemalsuan kartu kredit.

   Kartu Kredit “Sekali pakai”
           Kartu sekali pakai ini bekerja dengan cara berikut: saat pemegang kartu ingin membeli sesuatu secara online, ia akan memperleh angka yang acak dari situs web perusahaan kartu kredit tersebut. Angka inilah, dan bukannya nomor kartu kredit pelannggan tersebut, yang diberikan kepada pedadang e-commerce, yang kemudian melaporkannya ke perusahaan kartu kredit untuk pembayaran.

Ø  Praktik keamanan yang diwajibkan oleh Visa
           Visa mengumumkan 10 pratik terkait keamanan yang diharapkan perusahaan ini untuk diikuti oleh peritelnya. Peritel yang memilih untuk tidak mengikuti praktik ini akan menghadapi denda, kehilangan keanggotaan dalam program visa, atau pembatasan penjualan dengan visa. Peritel harus :
1.     Memasang dan memelihara firewall
2.     Memperbaharui keamanan
3.     Melakukan enkripsi data yang disimpan
4.     Melakukan enkripsi pada data ynag dikirm
5.     Menggunakan dan memperbaharui peranti lunak anti virus
6.     Membatasi akses data kepada orang-orang yang ingin tahu
7.     Memberikan id unik kepada setiap orang yang memiliki kemudahan mengakses data
8.     Memantau akses data dengan id unik
9.     Tidak menggunakan kata sandi default yang disediakan oleh vendor
10.   Secara teratur menguji sistem keamanan
           
Selain itu, visa mengidentifikasi 3 praktik umum yang harus diikuti oleh peritel dalam mendapatkan keamanan informasi untuk semua aktivitas bukan hanya yang berhubungan dengan e-commerce:

1.     Menyaring karyawan yang memiliki akses terhadap data
2.     Tidak meninggalkan data atau komputer dalam keadaan tidak aman
3.     Menghancurkan data jika tidak dibutuhkan lagi.



MANAJEMEN RESIKO
     
 MANAJEMEN RISIKO (MANAGEMENT RISK)

Manajemen Risiko merupakan satu dari dua strategi untuk mencapai keamanan informasi.Risiko dapat dikelola dengan cara mengendalikan atau menghilangkan risiko atau mengurangi dampaknya. Pendefenisian risiko terdiri atas empat langkah :
1   .     Identifikasi aset-aset bisnis yang harus dilindungi dari risiko
2   .     Menyadari risikonya
3   .     Menentukan tingkatan dampak pada perusahaan jika risiko benar-benar terjadi
4   .      Menganalisis kelemahan perusahaan tersebut

Tabel Tingkat Dampak dan Kelemahan

Dampak Parah
Dampak Signifikan
Dampak Minor
Kelemahan Tingkat Tinggi
Melaksanakan analisis kelemahan. Harus meningkatkan pengendalian
Melaksanakan analisis kelemahan. Harus meningkatkan pengendalian
Analisis kelemahan tidak dibutuhkan
Kelemahan Tingkat Menengah
Melaksanakan analisis kelemahan. Sebaiknya meningkatkan pengendalian.
Melaksanakan analisis kelemahan. Sebaiknya meningkatkan pengendalian.
Analisis kelemahan tidak dibutuhkan
Kelemahan Tingkat Rendah
Melaksanakan analisis kelemahan. Menjaga Pengendalian tetap ketat.
Melaksanakan analisis kelemahan. Menjaga Pengendalian tetap ketat.
Analisis kelemahan tidak dibutuhkan

           Tingkat keparahan dampak dapat diklasifikasikan menjadi:

1   .     Dampak yang parah (Severe Impact) yang membuat perusahaan bangkrut atau sangat membatasi kemampuan perusahaan tersebut untuk berfungsi
2   .     Dampak Signifikan (Significant Impact) yang menyebabkan kerusakan dan biaya yang signifikan, tetapi perusahaan tersebut tetap selamat
3   .     Dampak Minor (Minor Impact) yang menyebabkan kerusakan yang mirip dengan yang terjadi dalam operasional sehari-hari.

           Setelah analisis risiko diselesaikan, hasil temuan sebaiknya didokumentasikan dalam laporan analisis risiko. Isi dari laporan ini sebaiknya mencakup informasi berikut ini, mengenai tiap-tiap risiko:

1         Diskripsi risiko
2         Sumber risiko
3         Tingginya tingkat risiko
4         Pengendalian yang diterapkan pada risiko tersebut
5         Para pemilik risiko tersebut
6         Tindakan yang direkomendasikan untuk mengatasi risiko
7         Jangka waktu yang direkomendasikan untuk mengatasi risiko
8         Apa yang telah dilaksanakan untuk mengatasi risiko tersebut

Jika perusahaan telah mengatasi risiko tersebut, laporan harus diselesaikan dengan cara menambahkan bagian akhir.



KEBIJAKAN KEAMANAN INFORMASI
          
Suatu kebijakan keamanan harus diterapkan untuk mengarahkan keseluruhan program. Perusahaan dapat menerapkan keamanan dengan pendekatan yang bertahap, diantaranya:
1.      Fase 1, Inisiasi Proyek. Membentuk sebuah tim untuk mengawas proyek kebijakan keamanan tersebut.
2.      Fase 2, Penyusunan Kebijakan. Berkonsultasi dengan semua pihak yang berminat dan terpengaruh.
      3.      Fase 3, Konsultasi dan persetujuan. Berkonsultasi dengan manajemen untuk mendapatkan pandangan mengenai berbagai persyaratan kebijakan.
        4.      Fase 4, Kesadaran dan edukasi. Melaksanakan program pelatihan kesadaran dan edukasi dalam unit-unit organisasi.
       5.      Fase 5, Penyebarluasan Kebijakan. Kebijakan ini disebarluaskan ke seluruh unit organisasi dimana kebijakan tersebut dapat diterapkan



Kebijakan Keamanan yang terpisah dikembangkan untuk :

aa. Keamanan Sistem Informasi
bb. Pengendalian Akses Sistem
cc. Keamanan Personel
dd. Keamanan Lingkungan Fisik
ee. Keamanan Komunikasi data
f f. Klasifikasi Informasi
  g. Perencanaan Kelangsungan Usaha
hh. Akuntabilitas Manajemen

           Kebijakan terpisah ini diberitahukan kepada karyawan, biasanya dalam bentuk tulisan, dan melalui program pelatihan dan edukasi. Setelah kebijakan ini ditetapkan, pengendalian dapat diimplementasikan.

Senin, 05 November 2018

Kasus Manajemen Risiko Proyek Perusahaan Penerbangan dan Solusinya

Senin, November 05, 2018 0 Comments



Manajemen Proyek
Manajemen proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek. Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya (dan biasanya selalu dibatasi oleh waktu, dan seringkali juga dibatasi oleh sumber pendanaan), untuk mencapai tujuan dan hasil yang spesifik dan unik,[1] dan pada umumnya untuk menghasilkan sebuah perubahan yang bermanfaat atau yang mempunyai nilai tambah. Proyek selalu bersifat sementara atau temporer dan sangat kontras dengan bisnis pada umumnya (Operasi-Produksi)[2], dimana Operasi-Produksi mempunyai sifat perulangan (repetitif), dan aktifitasnya biasanya bersifat permanen atau mungkin semi permanen untuk menghasilkan produk atau layanan (jasa/servis). Pada prakteknya, tipe manajemen pada kedua sistem ini sering berbeda, dengan kemampuan teknis dan keputusan manajemen strategis yang spesifik.
Tantangan utama sebuah proyek adalah mencapai sasaran-sasaran dan tujuan proyek dengan menyadari adanya batasan-batasan yang telah dipahami sebelumnya. [3]Pada umumnya batasan-batasan itu adalah ruang lingkup pekerjaan, waktu pekerjaan dan anggaran pekerjaan. Dan hal ini biasanya disebut dengan "triple constrains" atau "tiga batasan". Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan harkat dan martabat individu dalam menjalankan proyek, maka batasan ini kemudian berkembang dengan ditambahkan dengan batasan keempat yaitu faktor keselamatan. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana mengoptimasikan dan pengalokasian semua sumber daya dan mengintegrasikannya untuk mencapai tujuan proyek yang telah ditentukan.

Manajemen Resiko
Manajemen resiko adalah proses pengukuran atau penilaian resiko serta pengembangan strategi pengelolaannya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek negatif resiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu. Manajemen resiko tradisional terfokus pada resiko-resiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian serta tuntutan hukum). Manajemen resiko adalah rangkaian langkah-langkah yang membantu suatu perangkat lunak untuk memahami dan mengatur ketidak pastian (Roger S. Pressman).

Contoh Kasus Manajemen Risiko Proyek (Garuda Indonesia)

Kasus yang belakangan menjadi viral, yaitu gugatan seorang penumpang kepada maskapai Garuda Indonesia layak untuk kita pelajari dan ambil hikmahnya. Gugatan yang dilayangkan jumlahnya tidak main-main, B.R.A Kosmariam Djatikusomo menggugat PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) sebesar Rp 11,25 miliar (sumber). Kalau saja gugatan ini dimenangkan oleh Kosmariam, tentu saja ini akan semakin memberatkan keuangan Garuda Indonesia. Apalagi belakangan kita ketahui bahwa tahun lalu Garuda Indonesia belum berhasil mencetak laba. Pada tahun 2017, Garuda menderita kerugian bersih sebesar 213,4 juta dollar AS. Angka tersebut menurun dibandingkan laba bersih yang dileroleh Garuda pada tahun 2016 sebesar 9,36 juta dollar AS (sumber).
Kasus di atas adalah bagian dari risiko operasional. Risiko operasional adalah risiko akibat ketidakcukupan dan atau tidak berfungsinya proses internal. Risiko ini diakibatkan oleh tidak adanya atau tidak berfungsinya prosedur kerja, kesalahan manusia, kegagalan sistem dan/adanya kejadian-kejadian eksternal yang memengaruhi operasional perusahaan.
Dilansir dari TribunVideo.com dari konten, David Tobing, Kuasa Hukum Kosmariam mengatakan, gugatan telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu (11/4/2018). Menurut David gugatan itu bermula dari insiden yang terjadi pada 29 Desember 2017 lalu.
"Kami menilai pramugari Garuda lalai, karena para pramugari yang menyediakan makanan sedang ngobrol satu sama lain, sehingga menumpahkan air panas," katanya. Berdasarkan keterangan tadi jelas, bahwa kejadian risiko operasional ini disebabkan oleh faktor kesalahan manusia. Apakah ada kesalahan dalam melaksanakan prosedur kerja? Tentunya kita harus bertanya pada Garuda Indonesia. Apakah "ngobrol" pada saat menyajikan makanan dan minuman kepada penumpang itu sudah diatur dalam SOP layanan mereka? Apabila sudah diatur, apakah diperbolehkan? Jika tidak diperbolehkan, maka jelas bahwa ini adalah risiko operational yang juga disebabkan oleh tidak berfungsinya prosedur kerja. 
Akibat kejadian itu, kulit kliennya melepuh dan tidak bisa kembali seperti semula. David mengatakan, penanganan dari pihak Garuda minim hanya memberikan salep. "Setelah tiba di tempat tujuan memang langsung dibawa ke rumah sakit. Hanya saja selama 1,5 bulan pasca kejadian Garuda tidak pernah menghubungi lagi," katanya. Sementara itu, Senior Manager Public Relation PT Garuda Indonesia Ikhsan Rosan membantah pernyataan David. Dia mengatakan pihak garuda telah memberikan biaya perawatan pada Kosmariam. "Begitu kejadian, kita langsung bawa ke rumah sakit. Kembali ke Jakarta pun, kita tetap support biaya pengobatan ke penumpang,"
Lantas bagaimana cara meminimalisasi risiko (solusinya) ?

Tidak ada jawaban tunggal untuk menjawab pertanyaan di atas. Setidaknya beberapa langkah berikut dapat dilakukan untuk meminimalisasi risiko operasional.

  • Pastikan seluruh pegawai mengerti dan memahami profil risiko mereka. Ajarkan kepada mereka untuk dapat meminimalisasi kejadian maupun dampaknya.
  • Pastikan seluruh pegawai memiliki kemampuan dan ketrampilan bekerja yang memadai.
  • Pastikan seluruh pegawai menjalankan SOP dengan benar, dan lakukan evaluasi kedisiplinan pegawai dalam menjalan SOP secara konsisten.
  • Lakukan identifikasi dan penilaian risiko yang dihadapi perusahaan.
  • Lakukan pemantauan risiko tersebut secara berkala.
  • Lakukan pengendalian dan mitigasi resiko berdasarkan frekuensi kejadian dan dampaknya
  • Lakukan evaluasi secara berkala untuk setiap risiko yang dihadapi oleh perusahaan dan upayakan perbaikkan dari waktu ke waktu.
  • Alihkan risiko kepada pihak ketiga (asuransi misalnya) untuk risiko-risiko yang kejadiannya jarang, namun dampaknya besar.
Dengan demikian, seharusnya risiko-risiko yang dihadapi perusahaan dapat ditekan. Sehingga target pencapaian kinerja perusahaan tidak terganggu oleh berbagai macam risiko kejadian yang merugikan perusahaan.

Sumber :


Sabtu, 20 Oktober 2018

Definisi Manajemen Proyek Resiko dan 5 Profesi di bidang IT

Sabtu, Oktober 20, 2018 0 Comments
Hasil gambar untuk manajemen risiko dan proyek

Apa yang di maksud dengan Manajemen Proyek dan Resiko?

Manajemen Resiko Proyek adalah proses sistematis untuk merencanakan, mengidentifikasi, menganalisis, dan merespon resiko proyek. Tujuannya untuk meningkatkan peluang dan dampak peristiwa positif, dan mengurangi peluang dan dampak peristiwa yang merugikan proyek. 

Proses yang terlibat: 
1. Perencanaan manajemen risiko 
2. Identifikasi risiko 
3. Analisis risiko kualitatif dan kuantitatif 
4. Perencanaan respon risiko 
5. Pengendalian dan monitoring risiko

Manajemen Resiko Proyek adalah seni dan ilmu untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menanggapi resiko di seluruh kehidupan suatu proyek dan kepentingan terbaik tujuan pertemuan proyek. Manajemen Resiko sering terabaikan dalam proyek, tetapi dapat membantu meningkatkan kesuksesan proyek dengan membantu proyek-proyek baik inisiasi, lingkup proyek, dan mengembangkan perkiraan realistis.


5 Profesi di bidang IT

Berikut adalah 5 profesi di bidang IT :

  1. Programmer merupakan pekerjaan IT yang diminati pertama adalah Programmer. Ya, banyak sekali lulusan IT yang berminat menjadi seorang programmer, baik sebagai senior maupun junior programmer. Tugas utama dari seorang programmer adalah memahami macam-macam bahasa pemrograman dan membuat serta mengembangkan sebuah program yang berlaku umum, sesuai dengan kebutuhan dari user yang menggunakannya.

    a. Mengambil bagian dalam pengembangan dan integrasi perangkat lunak.
    b. Mengembangkan secara aktif kemampuan dalam pengembangan perangkat lunak.
    c. Menerima permintaan user untuk masalah-masalah yang harus diselesaikan.
    d. Menyediaakan dukungan dan penyelesaian masalah konsumen baik untuk konsumen internal maupun  eksternal.
    e. Bertanggung jawab atas kepuasan terkini pelanggan.

  2. IT Support merupakan pekerjaan IT yang mengharuskan seseorang bisa mengatasi masalah umum yang terjadi pada komputer seperti install software, perbaikan hardware dan membuat jaringan komputer. Profesi ini cukup mudah dilakukan karena bisa dilakukan secara otodidak tanpa memerlukan pendidikan khusus.

    a. Install software
    b. Memperbaiki hardware
    c. Membuat jaringan

  3. System Analyst adalah orang yang memiliki keahlian untuk menganalisa system yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa system yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain system yang akan dikembangkan.

    a. Mengumpulkan informasi untuk penganalisaan dan evaluasi sistem yang sudah ada maupun untuk rancangan suatu sistem.
    b. Riset, perencanaan, instalasi, konfigurasi, troubleshoot, pemeliharaan, dan upgrade sistem pengoperasian.
    c. Riset, perencanaan, instalasi, konfigurasi, troubleshoot, pemeliharaan, dan upgrade perangkat keras, perangkat lunak, serta sistem pengoperasiannya.
    d. Melakukan analisis dan evaluasi terhadap prosedur bisnis yang ada maupun yang sedang diajukan atau terhadap kendala yang ada untuk memenuhi keperluan data processing.
    e. Mempersiapkan flowchart dan diagram yang menggambarkan kemampuan dan proses dari sistem yang digunakan.
  4. Web Developer adalah mereka yang memiliki keahlian untuk memberikan konsultasi pembangunan sebuah situs dengan konsep yang telah ditentukan.

    a. Menganalisa kebutuhan sistem
    b. Merancang web atau situs (desain dan program)
    c. Mengaktifkan domain dan hosting
    d. Pemeliharaan situs dan promosi
  5. Software Engineer adalah mereka yang memiliki keahlian untuk memproduksi perangkat lunak mulai dari tahap awal spesifikasi sistem sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.

    a. Merancang dan menerapkan metode terbaik dalam pengembangan proyek software

Sumber : 



Selasa, 15 Mei 2018

News Anchor (Asian Games 2018)

Selasa, Mei 15, 2018 0 Comments


This is script for Softskill assignment. If you wanna see the video, please check link below :
https://youtu.be/HYefBsSb5M4


Opening
Hello viewers! Welcome with us, Tammy, Irene, and Widi.

tammy
We will accompany you / for a few minutes ahead with many kinds of information. Well / let's begin the news today. We will talk about Asian Games 2018//

irene
Ya, Asian Games is a sporting event all country in Asia / which is the second largest sporting event after the Olympics. Indonesia / first hosted in 1962 and now / entrusted to host the 18th Asian Games in this year//

tammy
And for the first time again / Asian Games 2018 will be held in two cities / Jakarta and Palembang. The theme / "EnergyOfAsia" / used for the success of this event//

Event will be held on August 18th until September 2nd 2018 / will match 40 sports, 462 matches at 64 venues//

widi
Well so much sports ya / Oh ya, a number of parties will enliven this event / which is 12.000 athletes / 5.500 official / 20.000 volunteers / and 500 crew media//

And also the match will be divided in two places / Jakarta in Gelora Bung Karno Senayan / and Palembang in Jakabaring Sport City//

Oh ya / what kind of sports will be contested?//

tammy
There are so many sports / badminton, aquatic, hockey, rugby, archery, basketball, volley, and many other / and it's just in Gelora Bung Karno region / in other regions / there are also many sports that are competed//

widi
Oiya of course this event use a mascot / and the mascot is very interesting / There will be 3 mascots / Bhin-Bhin, Kaka and Atung / Let's get to know them!//

irene
First / Bhin-bhin. Bhin-Bhin is a Papuan bird of paradise that represents strategy / this bird is popularly known in Indonesia as "Cendrawasih"//

widi
Second / Atung. Atung is a Bawean deer that represents speed / you can find the deer in Bawean Island, East Java//

tammy
And the last / Kaka. One horned rhinoceros that represents strength / The rhino can be found in Ujungkulon, West of Java//

irene
Asian Games 2018 / is a moment of proof / that Indonesia is not lost in the competition / Let's compete with pride!//

widi
With strong determination and full of sportmanship / let's support an success Asian Games 2018!//

Closing (irene)
Well viewers / That's all the news today//

widi
At the end, we say / Thank you very much for your nice attention//

tammy
Have a wonderful day and see u next time!//

Kamis, 12 April 2018

Hope My Future become True

Kamis, April 12, 2018 0 Comments

I’m Tammy, I have a lot of dream in my mind. I love art, everything about art, a thing which become my hobby, that I have to make becomes true. When I was a kid, I was dream to be a presenter or a news anchor or a model. Appeared on TV, known many people. Therefore, I often to join an audition or a casting. Feel happy because I love this thing. But it all stopped for a moment, because I started enter the first year of college.

When I on college, the major that I choose doesn’t match on what I want. I have to learn many new things that I never get in high school. I had thought that couldn’t finish college, but I have to survive and fight, because this has become my choice. I must be responbility. Must. 

InsyaAllah, the next two years, I will graduate from college, and I think to continue my dream become a presenter or a model. I will take a modelling or announcer school or I continue my education to a higher level and taking a communication major. I love everything related to art and culture, that’s why I must be able to realize my dream, my wish become true. I want to see my parents proud of me, proud of my work, and making them proud to have a children like me. Without them, I wouldn’t be like this. 

Hopefully, my dream become true (aamiin) and my biggest dream is to make both of my parents happy and make them proud of me. Aamiin.